
Sungguh kebohongan dunia Islam yang tidak bisa disanggah karena
sebagai umat Islam saya dididik sejak kecil bahwa Ibnu Sina adalah
orang Arab yang beragama Islam. Dunia Arab dan dunia Islam sama2
satu suara bahwa Ibnu Sina yang tulisannya justru tersebar disegala
penjuru negara2 Barat tanpa satupun tulisannya dalam bahasa Arab yang
diwariskan kepada dunia Islam yang membanggakan dirinya.
Tentu saja, kalo saja dalam study saya selama ini saya bisa menemukan
bahwa Ibnu Sina adalah orang Arab dan Islam, tentunya tidak akan saya
menulis bantahannya dan kritik terhadap ajaran Islam yang
berlandaskan menghalalkan kebohongan demi memperkuat keimanan umatnya
disini.
Percayalah, tulisan saya ini adalah authentic dan original
berdasarkan bukti2 yang saya temukan dalam research saya selama
tahunan.
Ibnu Sina adalah nama Arab yang diberikan oleh penjajah Islam dari
Arab yang membantai umat Zoroaster diPersia dimasa lalu. Nama aseli
ibnu sina adalah AVICENNA. Namanya ini merupakan nama khas para
penganut Zoroaster dimana Avesta adalah kitab suci agama Zoroaster.
Avicenna adalah nama pemberian orang tuanya yang mengambil nama ini
dari nama kitab Avesta.
Avicenna hidup dizaman peralihan kekuasaan di Persia dari berbagai
kekuatan diluar Persia. Dari sumber2 Arab dikatakan bahwa Avicenna
adalah orang Arab yang beragama Islam, sedangkan dari sumber Katolik
dan Kristen biografi Avicenna dikutib dari sumber2 Arab sehingga
hampir semua sumber biografi Avicenna sama2 mengakui dirinya orang
Arab yang beragama Islam. Namun sumber2 Katolik yang meskipun juga
mengutib dari sumber2 Arab, tetapi memberi catatan pasti bahwa
Avicenna bukan orang Arab melainkan orang aseli Persia. Namun
sumber2 Katolik berspekulasi bahwa Avicenna beralih agama dari
Zoroaster ke Islam.
Demikianlah, sumber2 Informasi mengenai Avicenna atau Ibnu Sina
terlalu didominasi oleh Arab dan dunia Islam sehingga menyesatkan
sejarah itu sendiri demi kebesaran Islam dan Arab. Namun, tidak
semua orang Arab ataupun Islam yang suka berbohong, masih banyak
ahli2 Arab maupun Islam yang mengharamkan kebohongan dan berusaha
menguak kebenaran yang sejati dibalik kehidupan Ibnu Sina atau
Avicenna.
Wajar2 saja kalo Avicenna yang tadinya beragama Zoroaster karena dari
ayah yang beragama Zoroaster untuk kemudian beralih menjadi penganut
agama Islam mengingat waktu masa hidupnya yang selalu merasa terancam
pembantaian terutama dari umat Islam penjajah dari Arab. Sumber2
dari Iran menyebutkan kelahiran Avicenna ini adalah disebuah kota
kecil diwilayah Uzbekhistant yang dulunya merupakan wilayah Kerajaan
Persia, atau jajahan dari kerajaan Persia.
Perlu anda mengetahuinya, bahwa semasa hidupnya Avicenna tidak pernah
memberi pernyataan agama apa yang paling dia percaya, dia tidak
pernah menyangkal kalo ada yang menganggapnya beragama Islam, juga
tidak menyangkal anggapan umat Zoroaster yang menganggap dirinya
sebagai keturunan pendeta2 Zoroaster. Namun dia mengakui terus
terang bahwa dirinya adalah penganut filosofi dari Aristotles, Plato,
dan juga Phytagoras. Semua buku2 yang pernah ditulisnya tidak
satupun yang diwariskan kepada dunia Islam, melainkan kepada dunia
ilmu pengetahuan di dunia Barat.
Terus terang, penelitian saya mengenai Avicenna inipun hanyalah
menyangkut kerajaan2 di Persia dan agama Zoroaster, dan saya tidak
mengumpulkan data2 khusus mengenai Avicenna. Namun, sebagai bahan
pertimbangan pembaca demi tegaknya kebenaran, saya ingin anda semua
menyebarkan kebohongan2 dunia Islam ini dengan bukti2 sejarah yang
ditulis oleh ahli2 sejarah Iran sendiri yang tentunya lebih bisa
mendekati kebenaran katimbang ahli agama Islam dari Arab Saudia.
http://www.iranian.com/History/2002/November/Avicenna/
Sumber website diatas, adalah sumber yang saya anggap lebih mendekati
kebenaran katimbang sumber2 Islam dari Arab Saudia ataupun dari
Indonesia yang sama sekali menggunakan ketenaran Avicenna untuk
propaganda Agama Islam yang sama sekali bukan merupakan agama yang
diyakini oleh Avicenna sendiri. Kita semua bisa memaklumi akan
ketakutan Avicenna terhadap kekejaman agama Islam kepada siapapun
yang menyangkal agama Islam atau dianggap menghina agama Islam.
Bahkan penganut Zoroaster sendiri sudah punah di Iran, dan mereka
melarikan diri ke India dan Gujarat, meski tentunya juga banyak yang
bermigrasi ke Amerika.
Semoga tulisan ini bisa mengurangi ketakaburan umat Islam yang dalam
hidupnya hanya dipenuhi dengan kebohongan2 tentang kebesaran agamanya
karena ketakutan kehilangan kepercayaan umatnya. Jelasnya,
kebohongan hanyalah waktu dimana kebenaran akan terkuak dan umat akan
bersumpah serapah didalam hatinya karena merasa dibohongi. Meskipun
diluarnya mereka se-olah2 tetap Islam karena takut dipenggal karena
murtad, namun dalam hati nuraninya yang paling dalam mengutuk ajaran2
bohong ini sampai keseluruh keturunan mereka yang akan datang.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
sebagai umat Islam saya dididik sejak kecil bahwa Ibnu Sina adalah
orang Arab yang beragama Islam. Dunia Arab dan dunia Islam sama2
satu suara bahwa Ibnu Sina yang tulisannya justru tersebar disegala
penjuru negara2 Barat tanpa satupun tulisannya dalam bahasa Arab yang
diwariskan kepada dunia Islam yang membanggakan dirinya.
Tentu saja, kalo saja dalam study saya selama ini saya bisa menemukan
bahwa Ibnu Sina adalah orang Arab dan Islam, tentunya tidak akan saya
menulis bantahannya dan kritik terhadap ajaran Islam yang
berlandaskan menghalalkan kebohongan demi memperkuat keimanan umatnya
disini.
Percayalah, tulisan saya ini adalah authentic dan original
berdasarkan bukti2 yang saya temukan dalam research saya selama
tahunan.
Ibnu Sina adalah nama Arab yang diberikan oleh penjajah Islam dari
Arab yang membantai umat Zoroaster diPersia dimasa lalu. Nama aseli
ibnu sina adalah AVICENNA. Namanya ini merupakan nama khas para
penganut Zoroaster dimana Avesta adalah kitab suci agama Zoroaster.
Avicenna adalah nama pemberian orang tuanya yang mengambil nama ini
dari nama kitab Avesta.
Avicenna hidup dizaman peralihan kekuasaan di Persia dari berbagai
kekuatan diluar Persia. Dari sumber2 Arab dikatakan bahwa Avicenna
adalah orang Arab yang beragama Islam, sedangkan dari sumber Katolik
dan Kristen biografi Avicenna dikutib dari sumber2 Arab sehingga
hampir semua sumber biografi Avicenna sama2 mengakui dirinya orang
Arab yang beragama Islam. Namun sumber2 Katolik yang meskipun juga
mengutib dari sumber2 Arab, tetapi memberi catatan pasti bahwa
Avicenna bukan orang Arab melainkan orang aseli Persia. Namun
sumber2 Katolik berspekulasi bahwa Avicenna beralih agama dari
Zoroaster ke Islam.
Demikianlah, sumber2 Informasi mengenai Avicenna atau Ibnu Sina
terlalu didominasi oleh Arab dan dunia Islam sehingga menyesatkan
sejarah itu sendiri demi kebesaran Islam dan Arab. Namun, tidak
semua orang Arab ataupun Islam yang suka berbohong, masih banyak
ahli2 Arab maupun Islam yang mengharamkan kebohongan dan berusaha
menguak kebenaran yang sejati dibalik kehidupan Ibnu Sina atau
Avicenna.
Wajar2 saja kalo Avicenna yang tadinya beragama Zoroaster karena dari
ayah yang beragama Zoroaster untuk kemudian beralih menjadi penganut
agama Islam mengingat waktu masa hidupnya yang selalu merasa terancam
pembantaian terutama dari umat Islam penjajah dari Arab. Sumber2
dari Iran menyebutkan kelahiran Avicenna ini adalah disebuah kota
kecil diwilayah Uzbekhistant yang dulunya merupakan wilayah Kerajaan
Persia, atau jajahan dari kerajaan Persia.
Perlu anda mengetahuinya, bahwa semasa hidupnya Avicenna tidak pernah
memberi pernyataan agama apa yang paling dia percaya, dia tidak
pernah menyangkal kalo ada yang menganggapnya beragama Islam, juga
tidak menyangkal anggapan umat Zoroaster yang menganggap dirinya
sebagai keturunan pendeta2 Zoroaster. Namun dia mengakui terus
terang bahwa dirinya adalah penganut filosofi dari Aristotles, Plato,
dan juga Phytagoras. Semua buku2 yang pernah ditulisnya tidak
satupun yang diwariskan kepada dunia Islam, melainkan kepada dunia
ilmu pengetahuan di dunia Barat.
Terus terang, penelitian saya mengenai Avicenna inipun hanyalah
menyangkut kerajaan2 di Persia dan agama Zoroaster, dan saya tidak
mengumpulkan data2 khusus mengenai Avicenna. Namun, sebagai bahan
pertimbangan pembaca demi tegaknya kebenaran, saya ingin anda semua
menyebarkan kebohongan2 dunia Islam ini dengan bukti2 sejarah yang
ditulis oleh ahli2 sejarah Iran sendiri yang tentunya lebih bisa
mendekati kebenaran katimbang ahli agama Islam dari Arab Saudia.
http://www.iranian.com/History/2002/November/Avicenna/
Sumber website diatas, adalah sumber yang saya anggap lebih mendekati
kebenaran katimbang sumber2 Islam dari Arab Saudia ataupun dari
Indonesia yang sama sekali menggunakan ketenaran Avicenna untuk
propaganda Agama Islam yang sama sekali bukan merupakan agama yang
diyakini oleh Avicenna sendiri. Kita semua bisa memaklumi akan
ketakutan Avicenna terhadap kekejaman agama Islam kepada siapapun
yang menyangkal agama Islam atau dianggap menghina agama Islam.
Bahkan penganut Zoroaster sendiri sudah punah di Iran, dan mereka
melarikan diri ke India dan Gujarat, meski tentunya juga banyak yang
bermigrasi ke Amerika.
Semoga tulisan ini bisa mengurangi ketakaburan umat Islam yang dalam
hidupnya hanya dipenuhi dengan kebohongan2 tentang kebesaran agamanya
karena ketakutan kehilangan kepercayaan umatnya. Jelasnya,
kebohongan hanyalah waktu dimana kebenaran akan terkuak dan umat akan
bersumpah serapah didalam hatinya karena merasa dibohongi. Meskipun
diluarnya mereka se-olah2 tetap Islam karena takut dipenggal karena
murtad, namun dalam hati nuraninya yang paling dalam mengutuk ajaran2
bohong ini sampai keseluruh keturunan mereka yang akan datang.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar